Assalamualaikum..
Mencoba menyelaminya sekali lagi...
Hidup adalah memaknai apa yang kita dapat dan mensyukuri apa yang kita terima..
Hidup adalah memaknai apa yang kita dapat dan mensyukuri apa yang kita terima..
Senin, 15 April 2013
Selasa, 09 April 2013
Kupinang engkau dengan biskuat
“ini..” tiba-tiba kau membuyarkan
tatapanku, sembari menyodorkan bungkus kecil biscuit yang bergambar
macan. Aku hampir tidak bisa menahan tawaku, wekekeke…tak kusangka
kamu akan benar-benar membawanya. Yayaya…kamu memang selalu membuat
kejutan konyol yang mengundang tawa.
Seumur hidup
tentu takkan pernah aku lupakan moment itu, salah asatu bagian
bersejarah dalam hidupku. Kamis, 23 agustus 2011 hari dimana engkau
meminangku. Rasanya hatiku seperti taman penuh dengan bunga-bunga.
Alhamdulillah terima kasih robb..mungkin ini episode pertama dari
rangkain episode sinetron hidupku yang berjudul PERNIKAHAN.
“Bismillah...semuanya aku niatkan
ibadah karena-Mu, mudahkanlah langkah kami.amin..”
Mencintai dengan lapang dada
“iya, aku salah ya
de..?maafin mas ya de”
Aku masih save sms nya di
handphonku, buatku itu adalah hal yang paling langka sekaligus obat
yang ampuh ketika aku kesal dengannya. Aku lupa sudah berapa kali
kita berbeda pendapat tentang sesuatu hal yang tak jarang melahirkan
perselisihan kecil tapi yang selalu aku ingat adalah aku tidak
pernah malu meminta maaf padamu jika aku salah. Aku yakin semua
pasangan pernah melakukan kesalahan entah kesalahan besar, kecil,
sengaja atau tidak barangkali pasangan kita memiliki sederet
kesalahan. Saya dan calon suami pernah puasa komunikasi,
marah-marahan tapi kami punya prinsip untuk tidak diam lebih dari 3
hari. Hampir setahun menjalin hubungan jarak jauh membuat kami sering
miss komunikasi, tak jarang karena masing – masing dari kami tidak
tahu kondisi mood satu sama lain kami sering salah paham. Saya yang
serius sangat kontras denaan calon suami yang humoris, konyol, dan
cuek bebek. Bahkan kami pernah perang dingin sampai nyaris memutuskan
tali pertunangan kami. Astaghfirulloh..
Saya tidak mau menggurui
karena diluar sana sangat banyak pasangan yang telah menikah
bertahun-tahun tetap bertahan dan adem ayem meskipun banyak rintangan
yang mereka hadapi.
Memaafkan
Hadiah terindah bagi
orang yang bersalah adalah dimaafkan memaafkan selain melegakan orang
yang bersalah juga melegakan hati yang memaafkan. Saya belajar dari
calon suami saya yang selalu memaafkan kesalahan saya, dan tidak
pernah membesar-besarkannya . satu pelajaran yang bisa saya petik
adalah pasangan kita adalah orang yang paling berhak mendapat
perlakuan terbaik termasuk maaf dari kita. Bagi saya pribadi awalnya
sulit memaafkan kesalahan pasangan, tapi tidak setelah saya belajar
darinya.
Ingatlah kebaikannya..
Satu minggu setelah kami
bertunangan, saya jatuh sakit. Waktu itu saya merasakan nyeri yang
begitu hebat didaerah perut. Karena rasa sakit yang luar biasa itu
saya tidak beranjak dari tempat tidur selama 2 minggu, bahkan
sholatpun terpaksa saya lakukan sambil berbaring. Satu minggu sakit,
penyakit saya belum juga terdeteksi, walaupun saya sudah berobat
kebeberapa dokter dan sempat dirujuk kesalah satu rumah sakit
terbesar di daerah saya. Saat itu saya sempat down, merasa bersalah
dengan keluarga juga calon suami yang direpotkan secara financial dan
perhatiannya yang hanya dicurahkan untuk saya baik waktu, tenaga dan
pikiran. Hikmah yang bisa saya petik adalah Alloh telah membuka mata
saya bahwa disamping saya ada keluarga juga pasangan yang begitu
mencintai saya. Saya tidak akan lupa masa-masa itu ketika pasangan
saya memberikan motivasi untuk tetap survive sesulit apapun keadaan
saya. Menyemangati saya untuk tidak menyerah pada keadaan dan ini
adalah sedikit dari sekian banyak kebaikannya.
“sabar ya, insya alloh
ngga apa-apa de..nanti pasti sembuh. Tetep aku mencintaimu apapun
yang terjadi padamu de, jangan kuatir..”
Alhamdulillah semua
cobaan itu sudah berlalu, kini saya sehat walafiat dan saya mengambil
ibroh dari semua pristiwa itu.
Ketika pasangan saya
sengaja atau tidak membuat kesalahan yang bisa melukai hati saya,
saya selalu berusaha mengingat kebaikan-kebaikannya sekecil apapun.
Bersyukur…
Salah satu dari sekian
banyak nikmat yang alloh beri adalah diperkenalkan dengan sosoknya.
Meskipun kadang candaannya menyinggung hati* karena saya terlalu
sensitive kali ya, tapi bagi saya dia adalah obat stress saya dari
semua rutinitas yang menjenuhkan. Alhamdulillah, ketika diluar sana
banyak sekali pasangan yang jutek, galak, pemarah saya dikarunia
calon suami (mudah-mudahan bisa jadi suami,amin..) yang begitu sabar,
humoris dan selalu positif thinking menyikapi semua keadaan.
Bukaankah itu patut saya syukuri?tentu, saya masih bisa menambah
deretan kebaikan yang dimilikinya, yang selalu saya tanamkan dihati
adalah pasangan saya juga manusia biasa yang punya kekurangan dan
bisa melakukan kesalahan seperti saya, kalau dia bisa menerima semua
kekurangan dan keterbatasan saya, kenapa saya tidak bisa sebaliknya?
Saya selalu ingat kata-katanya.
“Tetep merasa puas atas
pasangan yang sudah alloh sudah sediakan buatmu, jangan terus
mencari yang terbaik tapi jadikanlah yang baik yang ada dari yang
sudah disediakan alloh padamu, begitu juga aku padamu aku merasa puas
sudah bisa memilikimu”
Saya yakin pada saat
seseorang membuat kita marah biasanya yang tampak di mata kita hanya
kesalahan yang diperbuatnya, dengan cara bersyukur dan mengingat
kebaikannya insyaalloh akan mengurangi rasa marah kita atau bahkan
menghilangkannya sama sekali. Mau bukti? Selamat mencoba
Kenapa Harus Kamu?
“Ajari
aku untuk bisa tertawa lepas tanpa beban…
Mencintaimu
dengan sempurna dengan semua keterbatasanku...”
Rasa
Yang Sama..
Dari
awal kita kenal, kita sudah sepakat. Hanya ada 4 kemungkinan tentang
tindak lanjut dari perkenalan ini. Pertama jika, setelah kenal kamu
iya tapi aku tidak maka tidak akan jadi. Kedua aku iya, tapi kamu
sebaliknya pun sama tidak akan berlanjut. Ketiga dua-duanya tidak
maka gagal total atau keempat dua-duanya iya,maka berlanjut ketahap
yang serius.
Aku
tidak berharap bahwa aku dan dia akan kompak 100%, tapi setidaknya
untuk beberapa prinsip dasar kami harus sepaham. Inilah yang sedang
aku gali darinya.
Me
Versus U
Cuek
bebek, itulah kamu, kamu yang tidak bisa merangkai kata, kamu yang
tidak puitis, kamu yang tidak romantis kamu yang tidak menyukai
sesuatu yang tidak rasional.
“Laki-laki
romantis itu bukan laki-laki yang sering memberi bunga, tapi
laki-laki romantis itu laki-laki yang bisa membuat hati perempuan
berbunga-bunga” gubraaak…kamu memang ngga ada matinya kang!!
Kamu
juga suka bikin banyolan-banyolan lucu membuatku tertawa lepas.
“Jadi
pulang kang??naik apa???” sebuah pesan yang aku kirimkan saat kamu
hendak pulkam.
“Insya
Alloh jadi, naik heli komputer” *hikhikhik…adakah heli komputer?
Atau
ketika aku mengirim lagu ke hpmu lewat Bluetooth berkali-kali aku
coba mencari perangkat penghubungnya yang muncul dihpku tulisan
“Tidak ada sambungan” dengan muka polos aku bertanya padamu:
“ Ko
bisa ya kang dari tadi aku cari tidak ada perangkat penghubungnya?
Kamu
pun cuma ketawa cekikikan menjawab tanpa dosa “Lha ini apa de, ini
nama perangkatku de?”
Ya
Alloh kang-kang ternyata nama perangkatmu adalah “Tidak ada
sambungan” hahaha…lagi –lagi aku tertipu untuk kesekian
kalinya.
Tahukah
kamu kang, tidak mudah untuk seorang aku mengikuti irama permainanmu,
sedikit-sedikit aku juga sedang belajar untuk menjadi orang yang
cuek. Cara berpikirku yang kadang njlimet sangat kontras denganmu,
tapi toh aku hepi hepi aja denganmu dan rasa nyaman itu mengalahkan
segalanya.
Cinta
itu tidak cukup diungkapkan tapi butuh pembuktian
.
.
Iya,
iya aku tahu kamu sayang aku, aku juga tahu kamu ngga main-main
denganku. Tapiiiii….jujur ya kang kadang aku pengen denger ungkapan
sayang kamu. Egois ya aku??hihi…padahal aku sendiri belum pernah
sekalipun mengungkapkan perasaanku padamu. Sama seperti aku, kamupun
beranggapan bahwa kadang tingkah laku seseorang sudah mewakili
hatinya. Ya, kamu bela-belain muntah-muntah sepanjang perjalanan dari
Jakarta ke Pemalang hanya untuk bertemu denganku, padahal aku tahu
kamu paling tidak suka melakukan perjalanan jauh kecuali terpaksa.
Aku juga ingat, kamu rela memesan tiket bus yang jauh lebih mahal
dari harga tiket biasanya karena kamu tidak menemukan tiket selain
jurusan Jakarta - Solo. Parahnya kamu justru ketiduran dibis hingga
harus turun di Pekalongan.Sebegitu nekatkah orang yang sedang
kasmaran??? Uuuuuugggghhhh….salut!!!
Duuuuhhh,
kamu tuh nekat!!! Sedikit-sedikit aku juga jadi tahu sifatmu, keras.
Kalau kamu mau sesuatu apapun akan kamu lakukan. Tidak peduli
bagaimanapun caranya.
“Pokoke
nek wis madep mantep yo wes. Kudu ya kudu..” *ckckckck….
Hmmm….aku
kasih bocoran ya kang, sebenarnya karena sifat itulah yang membuatku
luluh kang. Sungguh!!!
“De,
aku tu punya keyakinan kalau aku ngomong cinta sama cewe pasti ngga
sampe pernikahan, pengalamanku kaya gitu, makanya aku ngga mau
ngomong cinta ke kamu de” eheemm..apa iya begitu ya kang???
Pendukung
Pertamaku
“Aku
sedang berfikir untuk pindah kerja mas, stay di Jakarta lagi”
begitulah kira-kira rencana gilaku. Bukan tanpa alasan aku berfikir
demikian tapi karena kau ingin sekali memperingan bebanmu kang,
mencari modal untuk merealisasikan rencana pernikahan kita. Aku punya
azzam tahun ini ingin menikah denganmu kang masku sayang. Dan tentu
saja, aku harus melakukan sesuatu untuk itu.
Tadinya
aku berfikir kamu akan mengiyakan saja rencana gilaku, tapi ternyata
perkiraanku meleset.
“Ngga
usah neko-neko” begitulah reaksimu.
Sekali
lagi aku mencoba berargumen denganmu tapi tetap saja hasilnya
penolakan.
“Tidak
usah aneh-aneh de keluar dari rencana awal. Kamu suka jadi guru ya
ditekuni saja jadi guru. Aku suka dagang ya aku tekuni jadi pedagang,
gampang kan??”
Kamu
juga satu-satunya orang yang paling setia membaca tulisan-tulisanku.
Karena memang dari tulisan itulah kamu mengenalku. Aku tidak punya
obsesi menjadi penulis terkenal karena aku memang menulis hanya
sebagai hobi, menyalurkan semua unek-unek yang kemudian aku tuangkan
dalam bentuk tulisan. Tapi sungguh kang setelah aku mengenalmu aku
begitu semangat menulis menghasilkan sebuah karya, agar bisa kamu
baca.
Mengenalmu
lebih dalam
I
don’t realize that U love me much until U married me.*begitu
keyakinanku.
“Berapa
lama aku harus menunggumu kang?” sebuah pertanyaan yang mau tak mau
akhirnya harus aku lontarkan kepadamu.
“Kamu
kok kayane ngeraguin aku?”
Waktu
yang singkat mengenalmu ditambah jarak yang memisahkan (long distance
relationship) dia ada di jakarta dan aku di pemalang membuatku kadang
ragu, apakah hubungan ini bisa bertahan?bukannya tanpa alasan aku
was-was, tapi pengalamanku menjalin hubungan long distance
itu tidak mudah, butuh pengertian dan kepercayaan ekstra. Tapi sekali
lagi ketika aku sudah mengambil keputusan maka akan aku tanggung
segala konsekuensinya.
Memang
rasanya terlalu dini membahas masalah pernikahan denganmu kang, tapi
sekedar mengingatkanmu ya, aku tidak mau melakukan sesuatu tanpa
tujuan yang jelas. Karenanya aku berharap tujuan akhirnya adalah
pernikahan.
“Tidak
akan lama, 2 bulan lagi kalo dapet rizki nanti nikah, mudah-mudahan.”
Sebuah pesan yang masih aku save di hapeku.
Aku
selalu berharap kang itu akan benar-benar terjadi, pun aku sadar
betul semua yang menentukan Alloh, manusia cuma berencana. Karenanya,
aku ingin kamu sungguh-sungguh membuktikan ucapanmu kang. Bisa kan
??? :D
Rabu, 27 Juni 2012
Call Me Rasya, Aunty…
Anak sholeh, anak sholeh..Siapa namanya…??
Rasya, rasya, rasya…namanya.
Itulah lagu yang biasa saya nyanyikan untuk keponakan saya, Rasya. Lengkapnya Rasya Danish Zaidan Ali. Saat saya menulis ini rasya memang belum ada 4 bulan, tapi bobotnya sudah 7kg dengan panjang 66cm. Suwer…!!! siapapun yang melihat rasya pasti langsung jatuh hati, bawaannya pengen nyubit pipinya yang cabi.hihihi. tidak hanya wajahnya yang unyu-unyu (kata andre OVJ) rasya juga tergolong anak yang aktif. Nyatanya belum ada 3 bulan rasya sudah bisa tengkurep. Satu lagi celotehannya yang selalu membuat kami sekeluarga tertawa. 10 tahun tanpa anak kecil rumah kami begitu sepi, namun tepat tanggal 7 Februari 2012 kerinduan kami terobati dengan lahirnya rasya, yang membuat rumah kami terasa hangat. Bagi saya pribadi rasya tidak hanya sekedar malaikat kecil tapi juga pengobat hati saya ketika saya down. Senyumnya mampu menghilangkan rasa lelah saya. Tepat 75 hari usia rasaya kami sekeluarga kehilangan sosok bapak, dan untuk saya itu adalah masa-masa tersulit dalam hidup saya.
Saya masih ingat ketika itu wajah rasya lah yang membuat saya punya energi yang luar biasa untuk terus survive. Detik-detik sebelum bapak dimakamkan, perasaan saya kacau balau, rasanya tubuh saya mati karna sangking lemasnya, namun tangis saya terhenti ketika saya memandangi wajahnya yang terlelap tidur disebelah saya Subhanallah… Saya yakin tidak hanya saya yang merasakan hal itu tapi juga ibu saya (mbah uti rasya) dan mba saya (bunda rasya) tidak mudah untuk 3 perempuan dalam keluarga kecil saya menjalani hari –hari kami setelah bapak pergi, tapi kehadiran rasya membuat kami saling bahu membahu untuk saling mengisi satu sama lain. Meskipun rasya tidak lahir dari rahim saya, tapi saya sangat mencintainya, saya bisa belajar banyak hal dari rasya, belajar menjadi seorang ibu, saya jadi terbiasa menggendong, mengganti popok, membuat susunya, dll. Klise memang tapi tanpa saya sadari naluri keibuan saya jadi muncul. Karena rasya saya jadi semakin berazam menikah dan menjadi ibu. Rasya adalah spirit saya untuk terus mengupgrade diri saya, saya ingin ketika rasya beranjak besar saya bisa mengajarkan banyak hal untuknya. Seperti lagu yang selalu saya nyanyikan, aunty doakan semoga kelak kamu jadi anak sholeh yang bisa membanggakan keluarga kami.amin… Ooo ya, saat ini rasya baru bisa berceloteh “mam..mam…” dan “bem…bem…” saya berharap suatu hari nanti rasya bisa memanggil saya aunty (tante) *hmmm…kapan yah??
Rabu, 11 Januari 2012
Untukmu Cinta 3

“... dan cintaku padamu adalah syurga yang tak bisa kumasuki jika tanpamu...”
(Asma Nadia)
Makin banyak menuntut makin capai. Makin kuat kita menuntut kalau Allah tidak mengijinkan maka tidak akan terwujud. Mungkin begitulah gambarannya.
2012 ini usiaku menginjak seperempat abad cinta, tapi kamu masih belum menampakkan diri entah sembunyi dimana aku tak tau atau kau sendiri sedang sibuk mencari-cari aku cinta?? Andai aku tau no hp mu cinta pasti sudah aku telpon atau aku kirimi sms agar kita bisa ketemu disuatu tempat.hihihi...ngarep.com
Banyak orang yang menyangka bahwa pernikahan itu indah. Padahal sebetulnya? Indah ...sekali. Tak sedikit yang menyesal, kenapa tak dari dulu menikah.hehe..
Karenanya aku salut dengan beberapa teman-teman yang sudah jauh lebih dulu menikah. Kadang aku berfikir cinta, bisakah aku nanti menjadikan pernikahan kita indah dari awal hingga akhir??? Insya alloh mudah-mudahan bisa. Selama ada engkau yang menjadi imamku maka aku selalu optimis bisa. Semoga kita selalu bisa berpegang pada komitmen kita dari awal bahwa pernikahan kita adalah ibadah, dan tujuan akhirnya adalah syurga. Maka kelak jika salah satu dari kita mati yang penting kita berkumpul dijannah-Nya.
Cinta, ketika aku berkumpul dengan beberapa sahabat yang notabene sudah menikah maka dari mereka aku mengambil pelajaran yang sangat berharga. Aku tahu pasti tidak mudah menyatukan dua kepala yang berbeda, tapi mungkin disitulah seninya. Pesanku kalau kita marah jangan berjamaah. Aku ini orangnya keras, mungkin karena terbiasa dengan lingkungan keluarga yang keras jadi jangan dikerasi. Tapi, aku kalau marah ngga betah lama-lama jadi jangan heran kalau nanti aku marah ngga lama kemudian aku baik-baikin kamu ya .hihihi…
Cinta, aku orangnya juga mood-mood tan, kadang rajin banget tapi kadang dilain waktu aku bisa males banget. Jadi yang sabar ya? Aku selalu berharap kamu bukan tipe laki-laki yang temramental, pemarah dan suka ringan tangan. Semoga kamu adalah sosok yang hangat mampu menjadi perekat antara aku dan anak-anak juga dengan semua keluarga besarku. Amin..
Cinta, ketika aku sakit atau terpuruk peluk aku ya, aku butuh tempat bersandar dan kamulah orangnya dan ketika aku tertawa akupun akan memelukmu agar kebahagiaan yang aku rasakan juga tertular padamu. Karenanya aku ingin kamu meneladani khalifah umar bin khatab seorang laki-laki yang kuat namun begitu lembut terhadap istrinya.
Kamu memang belum ada disampingku tapi kamu adalah bagian hidupku yang sudah ada, kemudian akan hadir jika kelak sudah tepat waktunya. Jika ada satu orang yang paling aku rindukan kehadirannya dalam hidupku itu adalah kamu sayang,cintaku.
“I wanna call the stars, down from the sky
I wanna live a day, that never dies
I wanna change the world, only for you
All the impossible
I wanna do…”
(Untuk suamiku nanti. *when u tell me that u love me)
4 Rokaat Pengganti Sedekah

Saya sangat yakin keberadaan seorang hamba mendapatkan rizki tanpa dicarinya menunjukkan bahwa rizki itu diperintahkan Alloh untuk mencari hamba-Nya. Saya sering sekali, mendapatkan rizki yang tidak terduga sebelumnya, sejak saya belajar untuk istiqomah sholat dhuha. Pun kalau saya flashback perjuangan saya untuk bisa kuliah sampai sekarang ini tidak lepas dari sholat sunah tersebut. Kalau belum terbiasa, memang susah untuk berhenti sejenak dari urusan dunia, untuk menyempatkan waktu sebentar bertemu dengan Alloh ketika milyaran manusia dibumi justru sibuk dengan urusannya masing-masing. Kadang saya sendiri masih sangat pelit meluangkan waktu untuk Alloh meskipun sebentar selain sholat lima waktu. Astaghfirulloh. Tapi ketika saya sudah merasakan nikmatnya dhuha, saya justru merasa ketagihan. Rasanya saya seperti punya hutang sama Alloh, ketika saya melewatkan satu hari tanpa dhuha.
Apapun yang kita lakukan jika tidak didasari dengan ilmu dan keyakinan maka tidak akan membekas dihati, karenanya saya berusaha menyakini bahwa rizki apapun yang saya terima tidak lepas dari ikhtiyar saya dalam menjemput rizqi tersebut. Secara materi saya memang tidak kaya raya, tapi Alhamdulillah saya merasa tercukupi, karena prinsip saya rizki itu tidak hanya berupa materi, ilmu, keluarga yang rukun, kesehatan dan teman-teman yang baik adalah rizki yang menurut saya jauh lebih berharga. Meskipun tidak dipungkiri saya butuh materi. Toh pada kenyataannya uang itu semakin dicari semakin kurang, seperti minum air laut semakin minum justru semakin haus.
Saya yakin rizki itu bisa datang dari mana saja, mungkin tidak lewat tangan saya tapi lewat keluarga saya, orang tua saya atau mbak yu saya yang tinggal satu rumah dengan saya. Karena pada prinsipnya apa yang mereka dapatkan saya pun ikut menikmatinya, Alhamdulillah..
Dalam sebuah hadist qudsi Alloh SWT berfirman :
“Wahai anak Adam, ruku'lah (Shalatlah) kepadaKu di awal siang dengan empat raka'at maka Aku akan mencukupimu di akhir siang itu". (hadist ditakhrij olej Tirmidzi)
Subhanallah, begitu dahsyatnya kekuatan dhuha sampai-sampai Alloh menjamin hidup kita tidak akan kekurangan. Bukankah Alloh tidak pernah mengingkari janjinya? Saya merasa ada energi yang luar biasa yang saya dapatkan selesai dhuha. Alhamdulillah energi itupun mampu menular keteman-teman yang sebelumnya tidak sholat jadi tergerak hatinya untuk dhuha.
Ketika saya mengajar disekolah saya sekarang ( SDN 04 Randudongkal) saya nyaris tidak betah, bukan karena lingkungan tempat kerja saya, tapi karena hampir 1 bulan saya tidak bisa dhuha. Jam mengajar yang mengharuskan saya datang ke sekolah jam 7 menyebabkan saya harus stanby disekolah jam 7 kurang, otomatis saya tidak bisa dhuha. Apalagi lingkungan kampus II tidak memiliki mushola pribadi layaknya sekolah – sekolah dikota besar. Pernah sesekali saya dirumah dinas salah satu pegawai sekolah, tapi saya rasa agak pekewuh karena saya baru kenal dan belum terbiasa. Hingga suatu siang ketika ada jam kosong saya jalan-jalan mencari mushola yang akan saya jadikan bascamp dhuha saya, seorang ibu memberi tahu bahwa pas dibelakang kampus ada mushola kecil yang memang letaknya agak terpencil dan tertutup pohon2 juga rumah,subhanallah senang rasanya hati saya. Sekarang saya tahu kenapa ternyata Alloh menempatkan saya disekolah itu, padahal ada banyak sekali sekolah yang saya masuki lamaran tapi tidak ada satupun yang dipanggil, justru sekolah yang tidak pernah saya lamar sebelumnya disitulah saya mengajar, ajaibkan? Dan itu mudah saja bagi Alloh karena saya selalu minta agar bisa istiqomah menjalankannya sampai akhir hayat saya. Dan semoga itu salah satu jawaban dari doa saya. Amin..
Dhuha adalah vitamin saya, vitamin untuk hati saya yang kadang letih dari urusan-urusan dunia. Senjata saya untuk tetap survive dan semangat menjalani hidup. Benteng pertahanan keluarga saya dan orang-orang yang saya cintai karena didalamnya ada doa-doa untuk mereka semoga Alloh senantiasa menjaga mereka dari waktu dhuha saya berdoa hingga keesokan harinya ketika waktu dhuha lagi.
“Ya Alloh, sesungguhnya dhuha itu adalah dhuha-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, kekuasaan itu adalah kekuasaan-Mu dan pemeliharaan itu adalah pemeliharaan-Mu. Ya Alloh jika rizkiku berada dilangit maka turunkanlah,jika dibumi maka keluarkanlah, jika sukar maka mudahkanlah,jika haram maka sucikanlah dan jika jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu,keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu. Berilah saya seperti apa yang sudah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh” amin..
Saya selalu berharap, semoga Alloh berkenan memberikan saya rizki yang halal, yang bisa saya gunakan untuk menafkahi diri saya sendiri, keluarga dan sebagian lagi saya nafkahkan dijalan-Nya. Rizki yang berkah dan menenangkan hati. Amin..
Sayapun sedang belajar untuk tidak menghitung seberapa banyak rizki yang saya terima dengan rumus matematika dunia. Kenapa? Karena kalau saya menghitung dengan matematika dunia tentu saya menjadi hamba yang kufur nikmat. Mengitung dengan matematika Alloh SWT, tidak mudah diterima akal memang tapi jauh lebih bisa diterima hati. Ketika belajar untuk menjadi hamba yang bersyukur, maka disitulah kunci kebahagiaan.
“Mencoba menyelaminya sekali lagi..hidup adalah memaknai apa yang kita dapat dan mensyukuri apa yang kita terima..”
Minggu, 08 Januari 2012
Kamu Terlalu Abu-Abu Untukku

“Cinta menurutku tak berwarna ia menjadi jingga sebagaimana kau memaknainya ia pun menjadi kuning,biru, dan merah sebagaimana kau menginginkannya..”
(Asma nadia)
“Cintaku buatmu mau Na? “ begitulah bunyi sms mu.
“Haaahaaa,,,” aku hanya tertawa menjawabnya.
Aku masih selalu menganggap sms mu sebagai guyonan, pertemanan yang sudah terjalin selama 11 tahun ini membuat aku semakin mengenalmu. Kadang Alloh memang punya rencana yang tidak terjangkau dengan akal manusia, setelah 7 tahun tidak pernah bertemu tiba-tiba saja Alloh mempertemukan kita kembali, ajaib memang tapi itu mudah saja bagi Alloh.
Lebih dari setahun, komunikasi kita memang intens, meskipun kita hanya beberapa kali bertemu karena jarak yang begitu jauh, tapi kamu adalah satu-satunya orang yang selalu wara wiri di hpku. Pun, ketika aku menghadapi krisis semangat kamu adalah satu-satunya sahabatku yang selalu memberi spirit untukku.
“Aku ingin punya istri guru Na” katamu.
Tentu aku tidak akan pernah lupa kata-kata itu. Dan sekarang aku juga sudah menjadi guru,eeiittss jangan GR tapi bukan karena aku ingin jadi istrimu lho ya !hahaha…
Pernah suatu ketika aku cerita, kalau aku ogah-ogahan diajak temanku refreshing, kamu justru meledekku lewat sms:
“ Kalau yang ajak aku?”
Lalu kubalas..
“ Aaah mana mungkin kamu berani mengajakku, mimpi kale yeee. hehee”
Setelah itu kamu cerita, seperti laki-laki normal lainnya kamu juga ingin punya pendamping hidup. Akupun menanggapinya dengan candaan.
“Yaaa, nanti Na carikan..hehehe”
“Kamu ajah.hahahaha” begitulah jawabanmu..
Itulah kamu yang selalu guyon. Semuanya jadi semakin abu-abu, dan jujur kamu sempet membuatku GR.Nah lhoo!! Hahaha..
Saat kita mencintai seseorang apa yang kita lakukan? hahaha…nah, kan! Aku sendiri tidak bisa menjawabnya!!! Menurutku semuanya terlalu rumit. It’s not simple ! dibalik semua candaanmu, kamu seperti sedang gameling dengan hatimu, seperti bermain catur, hati-hati dan penuh perhitungan dan bagiku meninggalkan tanda Tanya besar.
“Setahun lagi aku baru selesai S1 Na, dan insya Alloh aku mau lanjut ke S2”
Yayayaya, aku tahu. Entah sudah berapa kali kamu bilang begitu. Silahkan kamu raih mimpimu, sebagai sahabatmu aku mendukung penuh. Tahukah kamu, betapa kadang aku bingung harus menempatkanmu dihatiku?
Are U The Right One?
Ingatkah kamu? dulu sewaktu kita SMP kita hanya sesekali bertegur sapa meskipun kita satu kelas. Kamu memang pendiam, bahkan ketika kamu ditaksir seseorang yang notabennya teman kita juga kamu datar-datar saja, gayamu itu lho sok cool.hihihi. Long time no see, hingga suatu hari ada sms masuk darimu, menanyakan kabarku.
“ Maaf siapa ya?”
Dan kamu pun menyebutkan namamu, bla bla bla. Wedewww…ngga nyangka dapet sms darimu. Surprise!!!
Yaaah begitulah hingga akhirnya,kita bisa bersahabat seperti sekarang. Kalau ditanya apakah kamu laki-laki impianku??
Yeaaalaaah..*garuk kepala daach..
Kamu memang biasa saja. Tapi, kamu mampu menginspirasiku menjadi lebih baik dan bagiku itu saja cukup.
Nyambung. Com
Terlalu banyak persamaan yang kami miliki. Pertama, persamaan prinsip. Kami sama-sama tidak ingin menjalin sebuah ikatan kecuali pernikahan. Kedua persamaan pola pikir. Tentu saja persamaan ini bukan sekedar karena kami sama-sama guru tapi ternyata kamipun memandang banyak hal dengan kaca mata yang sama. Karenanya kami sering berdialog, bertukar pikiran tentang apa saja, termasuk tentang anak-anak disekolah. Kami juga sama-sama suka lagu-lagunya bang haji. Gala-gala, hahaa..begitulah kamu sering menyebutnya.
Namun, kita juga beda yaaa?
Dibalik semua persamaan yang kita miliki, ternyata karakter kita juga berbeda. Aku cenderung cerewet, kekanak-kanakan, senang bersosialisasi dan sering over optimis. Sebaliknya kamu seorang yang introvert dan sangat dewasa. Aku tahu, kamu tidak bisa guyonan dengan sembarang orang kecuali sudah dekat denganmu. Sadar kalau aku orangnya keras kepala, sensitif dan tidak sabaran aku butuh seseorang yang mampu mencairkan kekerasanku, seseorang yang punya kepribadian halus dan tegas. Satu lagi, aku paling alergi olah raga, sedangkan kamu tidak bisa jauh dari olah raga. Bukankah perbedaan itu melatih seseorang untuk saling mengisi, saling menghargai, saling memahami, dan pada akhirnya saling bergantung dan terikat satu sama lain. Semoga saja, ya!
Tapi kita tetap sahabat…
Seperti layaknya sebuah pertemanan ada fase naik turunnya, 11 tahun yang sudah terjalin tentu saja tidak semulus yang kita bayangkan, pernah beberapa kali kita tidak berkomunikasi berhari-hari, karena suatu hal yang sepele. Aku sendiri terlalu egois untuk mengalah. Tapi walau bagaimanapun itu tidak berlangsung lama, karena sejujurnya aku belum siap kehilanganmu..
“Aku insya Alloh tetap akan jadi sahabatmu ko Na. Don’t worry..”
Alhamdulillah.. lega rasanya.
“Kalau kita jodoh ya nanti kita ketemu Na, kalau ngga ya berarti masing-masing ketemu yang terbaik buatnya. “
Terimakasih yaaa, Insya Alloh kebersamaan kita berawal dari titik temu persamaan, berawal dari titik tolak perbedaan, berawal dari sebuah kepercayaan. Semoga kebersamaan kita adalah sebuah awal tanpa akhir. Amin…
*Semoga Alloh membimbing tanganku yang saat ini berusaha menemukan perubahan dan kekurangan diri, untuk bisa ku perbaiki, agar persahabatan kita abadi. Kutulis agar mampu ku renungi..
Bu guru owh Bu guru..

Subhanallah ini adalah wajah-wajah yang selalu mencairkan kebekuan hati saya, wajah yang penuh harapan, wajah yang mengobati lelah dihati. Meski terkadang membuat saya kesal tapi lebih banyak saya rindukan. Mereka adalah anak-anak saya yang membuat hidup saya jauh lebih bermakna.
Kamis, 1 Oktober 2011 alkhamdulillah Alloh SWT mengabulkan cita-cita saya menjadi guru. Meskipun jalan yang saya tempuh tidaklah mudah , tapi saya menganggap apa yang saya lalui adalah sebuah proses. Bukankah Alloh tidak serta merta mengabulkan keinginan hamba-Nya?semuanya melalui riyadoh (proses) dan proses itulah yang kemudian dinilai bukan hasilnya.
Kalau saya ditanya bagaimana perasaan saya menjadi guru, tentu saya akan menjawab senang dan sangat bersyukur. Lho ko bisa?? Karena saya yakin saya bias sukses dengan menjadi guru. Tentu saja prespektif sukses menurut saya berbeda dengan yang lainnya. Bagi saya orang yang sukses adalah orang yang berilmu dan itu dapat dilihat dari seberapa banyak ia mampu mengamalkan ilmunya, dan saya yakin ketika saya mengamalkan satu ilmu maka Alloh akan menganugrahkan ilmu-ilmu lain yang sebelumnya saya tidak tahu.
Meski jujur untuk masalah kesejahteraan masih sangat jauh. Sebagai guru wiyata bakti saya tidak mendapatkan gaji tapi hanya penggantian transportasi sebesar seratus ribu rupiah perbulan, tidak lebih. Toh nyatanya saya tidak pernah kelaparan, Alloh SWT mencukupkan hidup saya. Alhamdulillah, saya bisa makan sehari tiga kali sama seperti yang lainnya. Mungkin itulah yang disebut dengan berkah. Saya juga merasa jauh lebih tenang, ketenangan yang tidak saya dapatkan dipekerjaan yang dulu, subhanallah. Saya ingat, dulu ketika saya resign dari pekerjaan saya sebagai office coordinator sebuah perusahaan swasta,ada pergulatan batin yang sangat luar biasa, dan saat itu saya berdoa seperti doa nya gusdur :
“ Ya Alloh, bawalah saya keluar dari suatu keadaan dengan cara yang baik,dan masuk ke suatu keadaan dengan cara yang baik. Bawalah saya kesuatu keadaan yang untuk menolong orang lain, amin…”
Saya ingin menjadi seperti hujan , jika ia datang manusia menjadi senang . Jika ia turun , ia memberikan manfaat bagi mereka. Jika ia lewat nampak jelas bekas (atsar) yang ditinggalkan pada mereka . Orang beriman keras kemauannya tidak akan puas mengisi waktu- waktunya dengan ketaatan. Dia kan berfikir bagaimana kebaikannya tidak akan pernah sirna setelah kematiannya. Orang yang beriman akan senantiasa hidup walaupun ia telah berada di alam kubur. Hidup sekali bermanfaat untuk selamanya.
Dan alhamdulillah Alloh mengabulkan doa saya, persis seperti apa yang saya minta. Semoga Alloh menguatkan hati ini untuk terus istiqomah mengamalkan sedikit ilmu, menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain.
“ Allohumma zidnaa ilman nafi’a, wa rizqon wasi’a. Halalan thoyyiban, wa ‘amalan sholihaa, amin..”
Rabu, 22 Juni 2011
Seperti Ayat2 Cinta

“ Tanpamu aku hampa. Kayak layangan gak ada benangnya, aku ngga punya pendamping lagi, aku sungguh nggak punya. Aku kembali sendiri. Sepi dan jalan sendirian seperti jalan dipematang sawah sendirian...” membaca message itu badanku langsung lemes, aku merinding. Apalagi ketika aku melihat nama si pengirimnya,hmmm....sempet2nya jam 00.39 WIB orang itu mengirim message itu. Sampai jam 03.30 aku masih belum bisa memejamkan mata, Allah aku bingung. Lagi2 air mataku menetes.
Tiba2 ingatanku melayang pristiwa 2 tahun yang lalu, ketika kali pertama aku bertemu dengannya saat mengantar les anaknya. “My sparing partner” begitu aku menyebutnya. Siapa sangka kini orang itu begitu dekat denganku, menjadi Mitarbeiterku dikantor. Tidak pernah terlintas dibenakku secuilpun bahwa dia akan mengirim message yang membuatku panas dingin hingga tak bisa tidur. Besoknya dia langsung menyatakan niat baiknya langsung ke aku, bergetar hatiku dan bergerak ruhku ketika aku menginat waktu itu. Ya Allah tunjukkanlah apa yang terjadi padaku
Robb, aku tahu jodoh itu sudah Engkau atur, Engkau tidak pernah salah menentukan jodoh hamba-Mu. Robb, seandainya aku boleh meminta aku tidak ingin jadi yang kedua dan ketiga...
aku ingin jadi wanita yang pertama dan terakhir untuk suamiku kelak. Kini, ketika aku dihadapkan pada kenyataan bahwa ada seseorang yang ingin mempersuntingku menjadi istrinya tapi bukan yang pertama aku jadi frustasi. Astaghfirullah...
Semua serasa menumpuk, ketika aku musyawarahkan dengan seluruh keluarga besarku ternyata hasilnya berupa penolakan. Ingin rasanya aku jelaskan panjang lebar kekeluargaku tentang sebuah niat yang begitu suci dari lubuk hatiku yang paling dalam kalau semuanya aku niatkan ibadah, karena aku ingin menjaga kehormatanku, dan menolongnya. Tapi melihat wajah orang tuaku, membuatku kehabisan stock kata2, mulutku terkunci. Sekali lagi aku jadi mengoreksi niatku kembali, bahwa ibadah tidak boleh menyakiti siapapun termasuk orang tuaku, hmm...dan sekali lagi aku tak berdaya. Kecintaanku pada orang tuaku tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh kecintaanku pada siapapun dan Insyaallah sepanjang aku hidup aku ingin membahagiakan mereka.
Sebenarnya sebagai seorang perempuan hati kecilku menolak untuk menerima poligami, bukan berarti aku mengampuntasi agamaku tapi ilmuku sendiri belum cukup untuk sampai kesana, yah kuncinya adalah ikhlas dan aku sepertinya harus belajar ikhlas. Apa iya aku sanggup berbagi hati dengan wanita lain? Membayangkan suamiku tidur dengan perempuan lainpun aku tidak sanggup. Tapi Robb, Engkau lebih tahu hatiku. Engkau tahu aku sayang dia, karena semua kebaikan2nya, bukan hanya padaku tapi pada seluruh Mitarbeiterku dikantor. Engkau tahu tanpanya aku bukanlah apa-apa. Dia kamus hidupku dan darinya aku belajar banyak hal. Allah, Engkau tahu juga tak pernah aku izinkan seekor semutpun menggigitnya, betapa aku berusaha menjadi srikandinya meskipun aku sendiri begitu lemah. Allah, haruskah aku katakan pada dunia bahwa aku senang ketika aku melihat dia tersenyum? Bukan karena hartanya, sungguh. Tapi, adakah yang percaya????
Terlalu banyak yang harus aku pertaruhkan ketika aku harus bersamanya, dan aku yakin didepanku masih ada banyak rintangan, kuatkan hatiku Robb.
Dalam tiap sujudku, aku selalu meminta yang terbaik untuk dunia akhiratku. Jika memang ini jawaban dari doa2ku robb, maka aku mohon mudahkanlah. Jika tidak, jauhkan. Aku serahkan semua urusan ini padamu robb, karena aku tahu Engkau yang lebih tahu aku. Pada satu titik aku harus katakan : “Cintai ia dalam DIAM, jika ia tak kau dapati,diamku itu menjada baik untukku juga kelak “.
Senin, 23 Mei 2011
Gembok
Hidup ini ibarat Gembok yang disitu ada Kode-kodenya, ibarat orang yang sedang mencari kode yang pas untuk membuka Gembok tersebut, ketika satu deret angka kita coba gagal, kita coba lagi deret berikutnya, gagal lagi kita coba lagi deret angka yang lain, kita coba lagi gagal lagi, pada akhirnya kita pasti menemukan kode angka atau deret angka yang tepat untuk membuka gembok tersebut, kuncinya adalah sabar, mencoba terus, dan jangan pernah putus asa, ketika kita gagal, dan pada saat itu juga kita berhenti mencoba, maka tidak akan pernah ada lagi keberhasilan, jadi kuncinya adalah kesabaran, ketekunan, keuletan, serta teruslah mencoba, dan jangan lupa berbagi. Namun yang tidak kalah pentinya dan bahkan wajib bagi kita adalah memilih, karena bisa jadi dalam faktanya kita akan banyak menemui gembok-gembok yang sama, dan bisa jadi kode kuncinya berbeda. Nah, untuk itu kita perlu memilih mana gembok yang pas untuk kita, yaitu mana kegiatan, atau pekerjaan atau bisnis yang pas untuk diri kita sendiri, kemudian kita pilih gembok tersebut lalu kemudian kita coba masukkan kodenya, bila masih belum terbuka maka coba dan teruslah mencoba.
(DDikutip dari catatan Abdul Basit, Sahabat sekaligus Saudaraku)
(DDikutip dari catatan Abdul Basit, Sahabat sekaligus Saudaraku)
Sabtu, 25 Desember 2010
Skripsi Ooo Skripsi...

Akhirnya....setelah hampir 4 tahun 'na jadi Mahasisa*bukan Mahasiswa lho yaaa,hee* bergulat dengan buku dan dosen2 PTDI 'na mau lulus juga.hore...hore...*hihi,lebayyy*
tadinya sih mau jingkrak2 sangkin senengnya tapi ngga jadi dech, malah kepala langsung pusing.senut-senut,dyeng!!
Penyebab pusing pertama : 'na harus nyari tema skripsi 'na, yang jelas ngga boleh jauh2 dari pendidikan, secara kuliahnya kan jurusan pendidikan. Kedua: setelah 'na dapat tema 'na harus nyari judul yang pas dengan tema itu, Udah dapet judul 'na mesti nyari tempat buat obyek skripsi 'na. Setelah dah dapet tempatnya 'na harus nyari2 buku2 dan sumber referensinya.Duuuh ribet dech, bayangin aja skripsi dah 'na ajuin dari semester VII bulan Mei kemarin, eeh malah sampai sekarang belum sidang juga, molor. Padahal udah maksimal neh, tapi ko yaaa direvisi terus. Seharusnya dari bulan Agustus 'na udah sidang lha wong temenku aja udah sidang duluan kemarin tapi gara2 karirku yang jatuh bangun kemarin 'na jadi ngga fokus dech.
Rencana sih bulan Februari besok 'na wisuda. InsyaAllah. Makanya bulan ni 'na bolak balik ke kampus ngurusi skripsi yang sempat tertunda itu karena target 'na tahun depan 'na harus udah lulus,tapi ko yaaa sampe sekarang 'na masih belum dapat tanda tangan salah satu dosen pembimbing 'na, *hihihi*. lha wong tu dosen susah banget 'na temuin, haduw2 ngga tau deh kenapa waktu 'na ngga pernah klop sama tu dosen.Hennah sambil nunggu detik2 yang menegangkan sidang munaqasah 'na masih berkutat dengan tu skripsi mpe hafal kali yaa, bayangin aja dari sebelum tidur sampe bangun tidur yang diublek2 cuma skripsi, jujur 'na takut seh jangan sampe pas sidang nanti 'na dibabat habis2san ma dosen penguji, kan tengsin ya ga?heee..
*Trusss,judul skripsinya ap?*
Haduw...skripsi 'na itu paling aneh lhoo dikampus, ngga ada yang nyamain.* yaa iyalah orangnya juga aneh, 'na gitu lhoo.hihihi* judulnya:
“MANFAAT BELAJAR ROBOTIC DALAM PEMBENTUKAN KREATIVITAS ANAK”
Studi di Robota Robotic School Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Lhaa trus apa hubungane sama pendidikan islam? Jawabane ntar aja lah klo pas sidang dosen 'na ada yang tanya itu 'na jawab. *Hahaha, ngeles*.*Kalo sekarang?* Kalo sekarang yang penting skripsi dah kelar. *Buktinya?* Liat aja foto diatas!! Percaya kan? *hihihi..*
Kamis, 23 Desember 2010
Ma'e (Ibu)

Bagian terpenting dari hidup 'na adalah keluarga 'na.
Keluarga kecil, Bapak, ibu, 6 orang kakak,10 ponakan,haaaa..sgtu dibilang kecil,jg protes yaaa..kecil versiku lho.
Alkhamdulillah semua masih lengkap. Ngga tau yaaa, seberapa besar berartinya mereka dalam hidup 'na, yang jelas ngga bisa 'na gambarin. Apalagi ibu 'na,wanita terhebat didunia ini, wanita yang paling 'na cintai, karena tanpa perjuangan beliau 'na ngga mungkin ada. Ibu 'na itu wonderwomen 'na, loneranger 'na. Ya robbi...semoga setiap tetes air susu beliau yang mengalir dalam darahku menjadi pahala yang tak pernah putus.amin..
'na Inget dulu waktu 'na masih SMA, ibu banting tulang demi nyekolahin 'na, pagi2 dah ke sawah pulang sore kadang kehujanan, inget juga ketika tahun 2008 'na terbaring sakit operasi sampe 2 minggu ibu orang yang selalu ada disamping 'na, ngrawat 'na.subhanallah...
Makasih robb, aku dilahirkan dari rahimnya. Dari 7 bersaudara cuma 'na lho yang mirip ibu, yang lain mirip bapak.Sifat2 'na juga gitu kaya ibu, keras luarannya tapi sebenarnya lembut.*ciee..muji sendiri*. Dari ibu 'na belajar banyak hal ibu itu perempuan yang gemati sama suami, bener2 perhatian sama bapak, 23 th aku gede aku ngga pernah liat bapak masak, atau nyuci baju, semuanya urusan rumah dikerjakan sama ibu, meski dari segi pendidikan ibu sangat jauh tertinggal tapi ibu perempuan yang sederhana dan penuh kasih sayang. Ibu selalu nasehatin 'na boleh2 aja 'na sekolah yang tinggi, tapi 'na harus inget sehebat apapun perempuan harus sadar akan kodratnya jadi ibu RT :
“Ndo, wong wadon iku kerjane mung 3; dapur, sumur, kasur” begitulah...
Eh ujan Gerimis aje...

Eh ujan gerimis aje..Ikan teri diasinin..
Eh jangan menangis aje yang pergi jangan dipikirin..
Eh ujan gerimis aje, Ikan lele ade kumisnye..
Eh jangan menangis aje kalo boleh cari gantine..
Mengapa ujan gerimis aje, pergi berlayar ke tanjung cina
mengapa adek menangis aje, klo memang jodoh gak kemana..
Lagu ini untuk ant,
Makasih ya ant untuk semuanya. 'na selalu yakin Allah punya rencana indah untuk 'na.
Maaf klo 'na ngga bisa memberi yang terbaik. 'na ngga akan nangis 'na janji.heeeeee..
Allah sayang 'na ko. Insya Allah 23 Januari nanti my sister 'na juga nikah, jadi ngga mungkin na nangis dihari itu, lagian apa seh yang harus 'na tangisi??
Kata mas guruku : Pacar itukan temen bukan, suami juga bukan.ditengah2 malah jadinya ketabrak, kalo sudah ketabrak ya SAKIT? klo sudah SAKIT ya sembuhnya lama...
Insya Allah lah 'na mau terus memperbaiki diri, makasih dah ngajarin yang baik2 ke 'na. 'na selalu berprasangka baik sama Allah, na yakin Allah kan memberi ganti yang lebih baik lagi dari ant, untuk dunia dan akhirat 'na. 23 januari nanti 'na akan panjatkan doa untuk ant, sama seperti doa 'na ke my sister :
'Barakallahu laka wa baraka alaika wajama'bainakuma fil khoir, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan waro'mah,amin...'
Kamis, 09 Desember 2010
Wanita Karir

November minggu ke empat, aku benar2 down banget, ya robbi...
bener yaaa sekuat apapun manusia ketika dihadapakan pada ketentuan Allah, tidak bisa berbuat apa2. Hanya ikhlas dan pasrah, karena tak bisa melakukan apapun selain itu. Smoga ada hikmah yang bisa aku petik dari semua yang sudah terjadi. Ketika tiba2 seorang akhwat mengirimi aku sebuah sms, maka saat itu juga aku baru benar2 sadar kalo isi smsnya menjadi obat hatiku.
“Tuliskan rencanamu dengan sebuah pensil tapi berikan penghapusnya pada Allah, karena Dia yang akan menghapus bagian yang salah dan menggantinya dengan rencana-Nya yang lebih indah dalam hidupmu..”
Beberapa hari setelah aku lalui masa2 down itu dengan senyum, tiba2 Allah memberi aku anugrah lagi, yaaaa..aku naik jabatan. Subhanallah. Aku sendiri ngga yangka baru 3 bulan aku bekerja diperusahaan itu, tapi dengan cepat karirku meroket. Alkhamdulillah...ini kah roob, hadiah bagi orang2 yang sabar dengan ketentuanmu?
Robb...bukannya aku tidak mensyukuri anugrah itu, tapi aku cuma takut aku ngga bisa menjalankan amanah itu dengan baik, jabatan itu justru semakin menjauhkan aku dari Engkau, belakangan aku habiskan hampir semua waktuku dikantor, berangkat pagi dan pulang malam, ketika sampai rumah aku sudah kehabisan energi, sehingga aku jarang bercengkrama dengan - Mu ketika malam dan mata ini begitu lelah ketika membaca ayat2mu, maafkan aku robb..
Kerja, kerja dan kerja..
hasilnya? Uang dan lelah.
Entahlah...aku merasa ada yang kurang, aku merasa tak mendapatkan kebahagiaan batin, aku mulai merindukan-Mu robb, dan hati kecilku tak bisa dibohongi..
Aku jadi berfikir, apa jadinya kalau aku menikah? Apa aku harus meninggalkan suami dan anak2 ku untuk pekerjaanku? Jawabnya ngga akan mungkin...
Sungguh Robb, aku tidak punya cita2 menjadi wanita karir, cita2ku hanya menjadi wanita sholikhah seperti siti hatijah atau aisyah...
Aku hanya ingin jadi wanita biasa, jadi istri yang baik untuk suamiku dan ibu yang baik untuk buah hatiku. Lalu untuk apa ilmuku? Untuk apa aku kuliah ? Ilmuku akan aku ajarkan untuk anak2ku, karena anakku punya hak memiliki ibu yang baik dan aku punya kewajiban untuk memenuhinya.
Jujur aku miris ketika melihat begitu mahalnya biaya pendidikan mulai dari playgroup, anak usia dini dan TK, padahal anak2 dititipkan dalam hitungan jam tapi biayanya berjuta2 perbulan, Hennah bagaimana mungkin seorang ibu yang menghabiskan waktunya untuk anak2nya hanya lulusan SD? Intinya untuk menjadi istri sekaligus ibu itu bukan hal yang mudah dan semua ada ilmunya. Dan ketika saat itu datang, aku akan meninggalkan duniaku sekarang, melepaskan gelar menjadi wanita karir dan menggantinya dengan gelar yang istimewa menjadi ibu rumah tangga. Insyaallah.
So..Next time, I will say good bye bisnis women...
Rabu, 24 November 2010
My Sister Nunk

'Mba nung...'gitu sih aku manggil salah satu kakak perempuanku yang paling cantik sedunia.*hiyaaa..boong banget.*
Kata orang2 sih mirip.*yaaa iyalah secara satu cetakan gitu lhooo,hihihi*
Kata orang juga sama. * 11,12 gitu..* padahal asli cantikkan mbayuku.*liat aja difoto my family*
Aku juga bingung kenapa orang2 sering ketuker2 gitu manggil kita, apalagi kadang ada aj temen2ku yang mengira mbayuku itu aku atau sebaliknya.
Mungkin karena badan kita sama2 kecil, sampe baju, sandal, kerudung aja kadang suka tukeran .
Tapi kataku beda banget layauu...kecuali jenis kelamin kita yang sama CEWE.
Gimana ngga beda, lha wong yang satu putih yang satu hitam *yang putih tp bukan aku*, yang satu kaya putri solo lemah lembut tapi yang satu kasar, grusa - grusu plus keras kepala *yang terakhir tu aku,heeee*
Jujur yaaa..hampir semua sifat2 aku ma mbayuku bertolak belakang. Aku orangnya nekat plus brani menghadapi resiko tapi mba yuku kalem banget *duuh...alus banget deuh*.
Mba nung orang nya fashionable, gaul, dan perfeksionis bgt, sementara aku biasa aja, sederhana dan ngga aneh2.begitulah..
Hmm..dulu waktu kecil aku sering banget berantem berebut sesuatu, ma'lum usiaku beda tipis cuma selisih setahun. Kadang aku suka iri, ngga mau ngalah, Hennah..makanya untuk mengantisipasi seringnya berebut maka hampir semua barang2 kami sama cuma beda warna, mulai dari baju, tas, sepatu, dll. Kadang kalo ibu baru membelikan salah satu barang, biasanya ibu nyimpen dulu barang itu kalo sudah ada 2 baru ibu memberikan pada kami.
Kalo sekarang?
Sekarang sih ngga gitu lhah..
Mulai mbayuku SMA akhirnya kami sepakat untuk ngga kembar terus, malu kali yaa..sering dibilang anak panti. Sekarang justru aku paling deket banget sama mbayuku ini, padahal aku punya 6 kakak, tapi ngga tw yaa kayane cuma sama mba nung aku paling nyambung juga paling klik. Mungkin selisih umur juga kali yaa..makanya apa yang aku rasakan mbayuku bisa merasakan, mungkin juga karena cuma kita yang kuliah jadi kalo aku ngobrol ngalor-ngidul dy tau, karena pendidikan kan mempengaruhi cara berfikir. Visi misi kami juga sama ingin membahagiakan orang tuaku, makanya kita berusaha paling care sama bapak,ibu. Sementara kalo yang lain agak cuek.
Intinya..mbayuku tu kakak, sahabat juga guruku, dari dy aku belajar banyak hal. Dy smart, supel, baik hati lagi juga ngga pelit. Mba yuku juga tempat curhatku ketika aku patah hati, biasanya dia orang yang paling emosi kalau tw aku disakiti cowo, Pokoknya ketika aku sedih aku ngga bisa bohong sama dy. Hee..
Berarti lebih deket dari ibu dunk? Hmm..ngga juga sih, tapi aku kadang jarang crita yang sedih2 ma ibu karena aku ngga mau ibuku kefikiran. Begitu..!! makanya aku crita ma mbayuku.
Buat Mba yuku Lapyuuu....
Selasa, 23 November 2010
Nomer Baru

“Mba lina ganti nomer banyak fansnya yaaa..? “Gubrak! koment CEO, bosku dikantor.
“Lina, lina ada2 aja..”
“Ganti lagi lin? Kenapa?”
“Ko ganti..?”
“Ya udah aku save, no lama aku delete yaa?”
Itu beberapa respon orang2 terdekatku saat aku kirimi sms kalo no aku ganti.
Hmmm..jujur sebenere sayang banget aku ganti no,karena aku termasuk tipe perempuan setia *cieee...* jadi sampe no hp pun aku berusaha untuk ga ganti, pokoknya sejak punya hp 4 tahun yang lalu aku setia dengan no ini (085691250121).*M3 banget gitu lhoo*
Trus..kenapa sekarang ganti?
Critanya gini...
Dari kemarin aku diteror oleh seseorang, yang nyebelin lagi dia maki2 gitu dengan bahasa yang kasar banget, aku sendiri heran ko bisa2nya ada orang kaya gitu,apalagi dy berjenis kelamin cowo, yang harusnya melindungi perempuan.tapi yaa sudahlah ga penting banget gitu lhoo.
bukannya takut ma terornya sih, tapi aku cuma mengantisipasi aja. Ma'lum aku disini sendirian, dikota Jakarta yang penuh dengan jutaan manusia ini aku jauh dari keluargaku gitu deuh.
Hennnah..untuk menghilangkan hal2 yang AMAT SANGAT membuatku tidak nyaman itulah aku dengan AMAT SANGAT terpaksa menyimpan simcard lamaku. Dari pada hidupku terganggu juga mendingan aku keluarkan uang 8 ribu perak, untuk beli simcard baru, tapi hatiku aman tentram damai dan bahagia,yaaa g?
Ooo yaa..sekarang aku juga ga mau banyak orang yang tw no ku, karena aku ngga mau orang yang ngga punya kerjaan tw no ku lagi dan neror aku lagi.
Jadi...buat temen2 aku minta maaf kalau sekarang susah hubungi aku lagi.
Dan yang paling penting jangan protes lagi yaaa...?
Sabtu, 20 November 2010
I Like This Song

Un – Breakable _ Tony Braxton
Don’t leave me in all this pain
Don’t leave me out in the rain
Come back and bring back my smile
Come and take these tears away
I need your arms to hold me now
The nights are so unkind
Bring back those nights when I held you beside me
Un-break my heart
Say you’ll love me again
Un-do this hurt you caused
When you walked out the door
And walked outta my life
Un-cry these tears
I cried so many nights
Un-break my heart, my heart
Take back that sad word good-bye
Bring back the joy to my life
Don’t leave me here with these tears
Come and kiss this pain away
I can’t forget the day you left
Time is so unkind
And life is so cruel without you here beside me
Ohh, oh
Don’t leave me in all this pain
Don’t leave me out in the rain
Bring back the nights when I held you beside me
(rpt Chorus except last line)
Un-break my
Un-break my heart, oh baby
Come back and say you love me
Un-break my heart
Sweet darlin’
Without you I just can’t go on
Can’t go on
Kamis, 18 November 2010
Kapan Nikah ?

Nikah Lagi...Nikah Lagi...
Duh...belakangan aku agak sensi lhooo, kalo ditanya hal yang satu itu. Kenapa yaa...ada aja orang yang mau tau kehidupan pribadi orang lain? Hmmm.... awalnya seh aku ngga gitu nanggepin tapi semakin sering ko jadi risih sendiri. Apalagi setelah mba retno temen satu kosanku menikah habis lebaran kemarin, aku semakin sering dihujani pertanyaan yang satu itu. Dari tahun 2006 aku, mba retno, mba uci ngekos bertiga. Tahun 2009 mba uci nikah duluan. Hennnah...tinggalah aku sendiri yang masih singgle. Menurut aku sih aku belum tua2 amat, masih 23 thn. Sekali lagi 23 tahun saudara2...(Masih muda kan?heeeeee)
Lagian kalo aku boleh membela diri ni, selisih umurku ma 2 saudari kosanku itu kan 3 dan 2 tahun, Kalo boleh bela diri lagi ni..aku juga masih sekolah, alias masih kuliah (heeee...lagi skripsi seh, berarti bentar lagi lulus,amin..)
Iiiihhh...sebel deh kalo ketemu orang dikondangan selalu tanya “Kapan nyusul lin?” Dyeng !!! huwaa...paling cuma nyengir, meski rada gimana gitu, apalagi kalo aku ketemu temen2ku yang udah punya baby, aku kan gemes gitu dan suka komen “duh..lucunya..” eeeehh..ibunya jawab, “Makanya tante cepetan nyusul nikah, biyar punya dd juga..” ngok..ngok..ngok..
Ingin rasanya aku balas kata2 mereka, berharap banget aku bisa ketemu mereka diacara pemakaman trus bilang ke mereka “Kapan nyusul ?”hihihi...tapi aku ngga sesadis itu kok.
Hufftt....begitulah...
Menurut aku sih nikah mudah tapi menjalaninya tidaklah mudah. Meski jujur dari hatiku yang paling dalam aku juga pingin, tapi yaaa..gitu..mencari orang yang bisa mengerti kita, menyatukan visi dan misi dalam pernikahan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ngga tau kenapa juga belakangan aku jadi agak mikir (bukan takut lhoo yaaa) ketika pernikahan mba uci gagal dalam hitungan belum ada satu tahun gara2 suaminya kecantol perempuan lain beruntung mereka belum dikarunia anak, sehingga ngga begitu ribet.Nah lhooo...menikah tu bukan mainan, asal kita bosan maka dengan mudah kita bisa tinggalin, apalagi selalu yang jadi korban perempuan. Aku jadi inget, aku pernah baca sebuah tulisan (lagi2 aku lupa dari mana..)
“Menikah bukan prestasi yang harus dibanggakan. Bahagia mungkin benar, karena ia adalah anugrah istimewa. Tapi merasa bangga dan lebih baik dibanding orang lain, jelas tidak tepat. Apalagi dianggap segala-galanya..”
Buat aku sendiri menikah itu amanah yang harus kita laksanakan sebaik2nya. Perempuan mana sih yang tidak ingin menikah dan punya anak? Bukankah perempuan dikatakan sempurna bila sudah menjadi istri sekaligus ibu? Ya Robbi..aku juga ingin mencapai kesempurnaan itu, tapi itu hakMu robb. Kalo pun ada syurga dunia maka syurga itu adalah pernikahan seperti sabda rosulullah “Baiti jannati” Rumahku syurgaku..Duh, perempuan mana yang tidak ngiler membayangkan syurga? Tapi sekali lagi kata ibuku :
“ Jodo, pati, urip kui enek sing ngatur..manungsa kui mung nrimo, Gusti Allah sing nentuaken”
Klo inget itu aku jadi senyum sendiri..sekarang sih, aku masih menunggu pangeran yang akan mempersunting aku sembari terus berdoa semoga Allah memberi yang terbaik untuk Akhirat dan duniaku..sambil menunggu akupun terus memperbaiki diri, menambah ilmu sebagai bekal agar penantian ini tidak sia2...
Hennah..kalo ada yang tanya lagi : “ Kapan Nikah Lin?”
Dengan senyum aku akan jawab: “Doakan saja, semoga secepatnya” amin...
Selasa, 19 Oktober 2010
Pesan 'Para Priyayi'

Dulu, waktu masih ABG. ciee..maksudnya waktu masih sekolah SMA gitu lhoo, aku pernah membaca novel para priyayi karya umar kayam. Menurut aku novel itu njawani banget, baik dalam setting, tokohnya, bahasa yang digunakan dll. Sebagai wong jowo, aku menikmati membaca alur ceritanya meski buat aku novel ini rada berat, aku bisa menangkap isi pesan novel itu. Secara aku orang jawa tulen.hehe..
Ada beberapa pesan dalam bahasa jawa menurutku bagus banget seperti:
" Ngelmu iku, kalakone kanti laku" _ Ilmu itu akan terlaksana lewat upaya keras.
Maksudnya: Ilmu pengetahuan itu dapat dicapai bila kita melaksanakan dengan laku, yaitu usaha yang keras penuh prihatin. Bila kita melakasanakan maka akan memperkokoh kemampuan kita menundukkan dur angkara / perbuatan jahat.
" Pada gulangen ing kalbu , ing sasmita marih lantip.." _ Berlatihlah dalam batin dan tanda2 agar kalian peka.
Maksudnya: Untuk melatih batin serta melatih menangkap tanda2 agar meningkat kepekaan kita, kita hendaknya jangan hanya makan tidur saja. Usahakanlah dengan sungguh2 keprihatinan itu dengan tujuan mencapai keperkasaan maka kurangi makan tidurmu.
" Kecekel iwake, ojo nganti butek banyune." _ Ikan bisa ditangkap tanpa harus membuat airnya keruh.
Maksudnya: Menyelesaikan masalah tanpa harus membuat masalah lain.
ckckck...berat emang bwt dipraktekin.bisa ngga ya aku?? hehe..
Masih banyak sih pesan lainnya, tapi lupa.he..kalo pengen tahu baca aja sendiri y?
Langganan:
Postingan (Atom)


